by

Sogok Menyogok dan Jual Beli Jabatan, Kehancuran Birokrasi

Bengkulu||Brigade88.com – Debat terbuka putaran kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu jawaban di pertanyaan pertama yang sangat masuk akal dan di jawab tegas oleh Calon Gunernur nomor urut dua Rohidin Mersyah, Senin (23/11).

Rohidin Mersyah menjawab pertanyaan segmen kedua ini pendalaman visi-misi program kerja yang akan di terapakan jika terpilih kembali.

Pertanyaan dari moderator yaitu untuk Palon nomor dua misi ketiga yang ditawarkan sangat relevan dengan tema debat hari ini. Bagaiman strategi saudara dalam menciptakan birokrasi yang baik, bersih yang bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme di Provinsi Bengkulu.

“Di pelayanan publik tidak akan mungkin baik dan prima kalau korupsi terjadi dimana- mana, sebaliknya kalau korupsi bisa dihilangkan maka insya Allah pasti pelayan publik pun akan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Maka langkah pertama yang akan kami lakukan dan sudah dilakukan saat ia menjabat dua tahun sebagi Gubernur Bengkulu yang pertama penataan pegawai.

“Kita melakukan promosi dan memutasi pegawai itu dilakukan secara objektif dan transfaran dan menggunakan tim indevenden sehingga jabatan itu betul- betul diserahkan kepada yang berhak mendudukinya. Kita menghilangkan betul yang namanya jual beli jabatan sogok dalam penerimaan CPNS, yang dulu sering kali kita mendwngar isu ada yang namaya kartu perdana dan isi ulang kalau tidak biasanya di copot lagi dari jabatannya. Kehancuran birokrasi Bengkulu berawal dari sogok menyogok, dan jual beli jabatan,” ungkapnya…(**Rike)