by

Kebijakan Pemerintah Tidak Akomodir Tendik Dalam Program PPPK, Menuai Banyak Protes

Bengkulu||Brigade88.com – Paskah keluarnya pengumuman Kebijakan Pemerintah terkait status honorer Guru dan Tenaga Kependidikan melalui program perekrutan ASN melalui PPPK. Memunculkan banyak keganjilan, pasalnya dalam kebijakan Pemerintah dalam program PPPK tersebut tidak menyebut (Akomodir) para tenaga kependidikan.

Padahal, Guru dan Tenaga Kependidikan tidak bisa dipisahkan. Menyikapi kebijkan tersebut, maka pada hari Jumat, 27 November 2020, berkumpulah para tenaga kependikan di Provinsi Bengkulu. Mereka terdiri dari berbagai perwakilan daerah, mulai dari tenaga kependikan tingkat, SMA, SMK, SMP dan SD se-provinsi Bengkulu, kurang lebih berjumlah 60 orang.

Di halaman SDN 11 Kota Bengkulu, para tenaga kependidikan tersebut menyampaikan protes kepada Pemerintah pusat yang tidak mengakomodir mereka untuk masuk dalam perekrutan ASN PPPK tahun 2021 mendatang. Protes ini dirasa sangat wajar di sampaikan mereka kepada pemerintah.

Inilah beberapa alasan protes tenaga kependikan yang disampaikan beberapa perwakilan tersebut :

1. Suksesnya proses belajar mengajar di sekolah, tidak lepas dari peran serta Tendik/PTT ( tata usaha, operator sekolah, pengelola perpus, pengelola UKS, satpam, penjaga sekolah, Laboratorium)
2. Pekerjaan Tendik (PTT) untuk mengadministrasi kegiatan di sekolah sangatlah berat. Jika Pendik (GTT) hanya masuk pada saat jam mengajar, tidak demikian dengan Tendik (PTT) yang hampir tidak ada waktu untuk libur.
3. Masa kerja Tendik (PTT) relatif sama dengan Pendik (GTT)
4. Gaji honorer para Tendik masih banyak di bawa Rp. 1 juta/bulan. Gaji yang belum layak dan masih di bawah upah minimum provinsi.

Karena alasan tersebut, menjadi pertanyaan besar, mengapa Tendik (PTT) di sekolah negeri tidak diakomodir oleh pemerintah dalam kebijakan ASN PPPK

Ibu Septina, yang adalah Sekretaris umum GTKHNK35+ Provinsi Bengkulu, yang merupakan Tendik (PTT) DI SMAN 2 kota Bengkulu mempertanyakan mengapa pemerintah dalam hal ini pilih kasih.

“harusnya pemerintah itu, wajib memberikan perhatian buat kami para Tendik. Tapi mengapa tidak? Apa alasannya? Apa maksudnya?” Tandas Ibu Septina

Tendik di SMPN 6 kota Bengkulu Ibu Wendy juga mempersoalkan kebijakan pemerintah ini..(**rike)