by

Dahulukan Pemberian Nakes: Untuk Vaksin Covid 19 Untuk Usia 18-59 Tahun

Bengkulu||Brigade88.com – Di tengah rencana pemerintah untuk pembagian vaksin Covid-19 yang akan segera direalisasikan untuk masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, namun tahap awal vaksin agar dapat diberikan tenaga kesehatan (nakes) yang menangani kasus Covid 19.

Mengingat nakes tersebut sangat rentan terpapar Covid 19, ditambah lagi nakes yang terpapar saat ini juga sudah banyak. Bahkan sampai ada yang meninggal dunia.

“Kita dari Komisi IX DPR RI minta vaksin diberikan lebih dulu kepada nakes, karena mereka garda terdepan menangani kasus Covid 19 di negeri ini,” ungkap Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati, dalam keterangannya.

Selain itu menurut Elva, dari koordinasinya dengan mitra kerja Kementrian Kesehatan (Kemenkes), vaksin Covid 19 akan diberikan kepada masyarakat untuk kelompok usia 18 sampai 59 tahun secara gratis. Mengingat untuk kelompok usia di atas 59 tahun, besar peluang telah mengidap penyakit lain yang dikawatirkan jika diberikan vaksin, tidak cocok. Bahkan tidak menutup kemungkinan penyakit lain akan bertambah.

Begitu juga dengan kelompok usia di bawah 18 tahun, disebutkan imunitasnya belum normal.

“Meski untuk pemberian vaksin kali ini baru kelompok usia 18 sampai 59 tahun, namun tidak menutup kemungkinan setelah itu akan ada vaksin Covid 19, untuk usia dibawah 18 tahun dan diatas 59 tahun. Apalagi informasi yang diperoleh pemerintah juga masih mencarikan vaksin yang cocok,” ujar Anggota Fraksi PDIP ini pada Kamis, (24/12/2020).

Selain itu Elva menjelaskan, pihaknya juga telah menekankan kepada Kemenkes sebelum mendistribusikan vaksin tersebut nantinya, agar benar-benar teruji dan mengantongi izin dari BPOM.

“Informasinya vaksin itu sudah dalam tahap uji ketiga. Makanya kita ingin vaksin itu benar-benar akan menyembuhkan masyarakat, dan syaratnya harus mengantongi izin BPOM. Kita akan kawal,” kata Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini.

Lebih lanjut ditambahkan, sebelum vaksin tersebut diberikan kepada masyarakat, agar terlebih dahulu dilakukan sosialisasi. Mengingat tidak dipungkiri, disamping masyarakat belum mengetahui vaksin tersebut, juga ada kekawatiran bukan membuat sembuh, justru bisa membawa penyakit baru nantinya, bahkan hingga kematian.

“Itu tugas dinas teknis di tingkat daerah, termasuk kita selaku mitra kerja eksekutif, akan mensosialisasikan kepada masyarakat terhadap rencana pemberian vaksin sebagai solusi akhir memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Apalagi ini kejadian se dunia, makanya perlu juga berdoa sembari tetap menerapkan gerakan 3M, agar kita semua terhindar dari bahaya Covid 19, yang dikabar telah bermutasi seperti di Negara Inggris,” tutup Elva Hartati..(**yks)