by

Anti Sesumbar, Ini Anggaran Konkret Pro Rakyat Terdampak Covid-19 di Bengkulu

BENGKULU | Brigade88.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu diam-diam telah menyiapkan anggaran proporsional sebesar Rp 37 miliar melalui refocusing tahap pertama untuk penanganan medis dan non-medis pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Penganggaran ini dinilai sudah proporsional karena nominal APBD Bengkulu memang termasuk lima provinsi terendah.

“Untuk itu, kita proporsional juga ketika mengalokasikan untuk Covid. Tidak mungkin kita lima terkecil, terus kita (nekad-red) masuk lima terbesar dalam penganggaran,” papar Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Rekomendasi DPRD Provinsi Bengkulu Terhadap LKPJ Gubernur Bengkulu tahun 2019 melalui Virtual Meeting, Kamis (30/4/2020).

Menurut Rohidin, tingginya anggaran Covid-19 di beberapa kabupaten/kota umumnya terletak pada penyiapan infrastruktur, seperti rumah sakit, ruang perawatan, dan peralatan. Pemprov Bengkulu sendiri telah memiliki fasilitas itu lebih memadai.

Pemprov Bengkulu, lanjutnya, lebih terfokus menyiapkan diri menghadapi dampak sosial pandemi ini, karena kekininan menjadi keluhan paling mendasar mayoritas masyarakat Bumi Rafflesia, seperti berkurangnya penghasilan, bahkan hilangnya mata pencaharian karena PHK dan pembatasan sosial berkepanjangan.

“Yang dirasakan sekarang adalah dampak sosial ekonomi. Di sini lah perlu peran serta sembilan bupati dan satu walikota untuk bersinergi di wilayah kerja masing-masing. Dan Pemprov akan mensupport dari sisi anggaran,” ungkapnya.

Secara implisit, gubernur ke-10 ini menyambut baik rencana beberapa daerah membangun rumah sakit khusus Covid-19, namun jangan sampai “maindset proyek infrastruktur” itu mengalahkan kebutuhan paling krusial masyarakat, sebab masih banyak bangunan aset daerah —selama ini kurang berdaya manfaat— bisa digunakan sebagai tempat cadangan isolasi pasien.[iac/os]